Sabtu, 04 Agustus 2012

CHANGE AHEAD


CHANGE AHEAD

       Latar belakang judulnya merah, bikin sakit mata bukan? ya emang sakit kali kalo berubah, itu emang kenyataan. Kalo ga mau sakit ya jangan mau berubah. Bicara soal berubah, itu semacam bicara hidup nomaden, ga pernah tetap. Setiap waktu kita berjalan, waktu berubah, posisi berpindah, usia bertambah dan tanggung jawab berubah, dan kesemuanya butuh satu hal, PERUBAHAN. Tentunya perubahan yang baik dong. Terus kalo ga berubah kenapa? Ya yang pasti kita ga bakalan bergerak, karena berubah sama aja kaya naek sepeda, setiap jalan butuh cara yang berbeda dalam mengendalikan sepeda tersebut, ketika menanjak kita harus mengayuh lebih keras, ketika di turunan kita ga perlu susah payah mengayuh, tapi jangan sampai terlena... kalo ga direm bisa nabrak dan itu sakit, bisa bisa kita ga bisa jalan lagi dan jalan ga pernah lurus bukan? Pasti ada lika likunya, ya sama kayak hidup.
        Berubah adalah fase yang paling sering aku lakukan, namun akhir akhir ini aku terjebak dalam zona nyaman saya...., di balik setiap kekecewaanmu bisa berakibat pada dua hal, kalo ga bergerak untuk melawan pasti bersembunyi di balik zona nyaman. Celakanya aku terlalu lama bersembunyi di balik zona kenyamanan itu, waktu mengikisku, ego menghancurkan perasaanku, malas menghancurkan ambisiku dan semua itu berjalan dengan sangat....pelan, sampai tiba pada waktunya aku menyadari bahwa aku sudah jauh tersingkir, oleh siapa? Ya diriku sendiri, ketika aku sadar kakiku sudah lama tidak dipakai, itu terasa sangat berat untuk melangkah, pun ketika aku kembali sudah banyak yang tidak mengenali. Itu lumrah, manusia hanya akan melihat hal yang baik saja pada umumnya, hanya sedikit manusia yang tau kemampuan, potensi dan angan kita, merekalah yang disebut Orang tua, saudara, kekasih dan sahabat. Untuk itu lihat mereka, tega melihat mereka kecewa?
        Sekarang perubahan itu sangat aku butuhkan, sakit ketika kita menyadari tidak banyak yang peduli ketika kita lupa arah dan banyak yang berbondong ke kita kalo kita berhasil, namun, kita ga perlu membenci orang seperti itu, aku memandang mereka sebagai acuan, ketika kita lebih hebat dari mereka, maka mereka akan diam, lalu selektiflah. Sakit juga ketika kita tiba tiba disuruh melepaskan zona nyaman kita, namun demi kebaikan kenapa tidak? Ketika zona nyaman sudah tidak lagi membuatmu lebih baik, ada baiknya kau harus melepasnya kemudian mencari zona nyaman lain atau memperbaiki zona nyaman yang tadi menjadi zona nyaman baru. Sakit adalah ketika kita ditolak, dilihat sebelah mata bahkan dikucilkan ketika ketika kita mau berubah, namun jangan takut sob, itu ujian, sama kek ujian pas sekolah dulu, kalo ga lulus ya ga maju maju, jadi buat apa takut.
          Berubah juga perlu pengorbanan, contoh aja, kau harus pergi meninggalkan kebiasaanmu, kekasihmu, lingkunganmu dll, sungguh, mereka ga salah, kau yang salah karena ga bisa mengambil yang baik dari mereka. Tapi tenang, ketika kau berubah dan berpetualang mencari jati diri, aku percaya orang orang yang sayang, percaya dan mendukungmu akan membiarkanmu bergerak walau itu membuat mereka sakit, singkat kata, kita saling support dan berkorban satu sama lain. Toh, kalo memang kau berubah untuk mereka kau pasti akan kembali menjadi pribadi yang lebih baik dan pastinya juga akan lebih baik untuk mereka, merekapun pasti berubah ketika kau sedang berpetualang sampai pada akhirnya kalian bertemu kembali dalam keadaan baik. Nah, bagaimana kalau kau ga bakalan kembali pada mereka? Itulah takdir, berarti kalian memang tidak baik bersama menjalani hidup saling begandengan, mungkin dengan kalian berpisah akan baik bagi kalian semua, waktu yang akan menyembuhkan sakit, waktu pula yang memberikan hati yang tertutup menjadi terbuka, mata yang buta menjadi bisa melihat kembali.
        Yah, segitu dulu, aku juga sedang berubah, aku ga akan bakalan ceritain gimana aku kalo sudah berubah nanti, karena aku akan berubah sesuai waktu, tempat, usia dan tanggung jawab. Kalaupun aku mau tulis ketika aku sudah berubah itu ga bakalan sempat karena aku sedang menikmati sakratul maut saat itu :).
"Untuk berubah kita harus fokus, percaya diri, bijaksana, cerdas dan berusaha sempurna" - Apro Mefanda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar